• Pemeran Utama Wanita

    Kapan hari gw pernah baca (artikel? Tweet?) yang komentar soal “Hollywood is getting younger.”

    Jadi karakter-karakter film Hollywood — terutamanya karakter perempuan — itu makin ke sini makin dipilih yang muda, atau bertampang muda. Apalagi buat film drama/drama romantis. Sebisa mungkin wajah usia 20-30 tahun.

    Gw beberapa hari lalu nonton ‘Thomas Crown Affair’ (1990) di iflix, dan gw jadi keingat (dan menyetujui) artikel yang gw baca itu.

    Karakter utama perempuan, Catherine Banning, yang diperankan Rene Russo itu ya jujur aja pas gw liat bikin gw ngebatin, “hah, ini love interest si Thomas Crown? Ga salah?” Karena ya itu, mukanya terlihat tua untuk standar film Hollywood sekarang. Padahal ya kalo, misalnya, diaplikasikan ke dunia nyata, karakter Rene Russo sebagai insurance investigator ya pantes-pantes aja dengan sosok wanita yang memang lebih dewasa secara psikologis dan penampilan.

    Masalah tua-muda ini sempet diangkat sama Meryl Streep di acara talkshow Graham Norton. Dia komentar kalo karakter yang dia perankan makin bikin dia sebel karena, “oh you’re old. You can be the main character’s mom.”

    Nonton Thomas Crown Affair dengan Rene Russo sebagai pemeran utama wanita ternyata menyegarkan dan menyenangkan buat gw. Menunjukkan kalo perempuan itu hidupnya ga cuma terbatas di usia 20-30 aja.

  • Iri

    Di Path, ada temen gw ngomong soal rasa iri.

    Gw… gimana ya, gw biasanya jadi, “yawdalah”

    Buat gw, iri ada tiga:

    Iri yang bisa ditebus; kaya, “ih gw bisa juga bikin gitu,” lalu bikin.

    Iri yang ga bisa ditebus; “mamin Ditut punya banyak taneman. Jadi iri pengen juga…” terus pelihara kaktus eh blaaaar kaktusnya mati YOWES TERIMA NASIB SEBAGAI WANITA PEMBANTAI KAKTUS.

    Sama iri yang sebenernya bisa ditebus, tapi untuk saat ini belum mampu. Kaya ke Galih, The Babybirds, Tommy, mbak Sofia, sama papin Pinot. Iri banget mereka kok bisa ya berkarya terus, nambah portfolio terus. Lah gw gimanaaaaaaa. Tapi tiap mau gambar, ada lah yang ehek huwe nganu-nganu energi udah keburu abis. Kalo kaya gini, ya mau gimana lagi. Bismillah aja, jalanin prioritas depan mata. Kalo nanti ada waktu, ya dijalanin. Diulang terus dalam hati, “anak-anak juga Insya Allah bakal tumbuh besar”.

  • “Global Scandal”! OMG GASP! Hhhhhhhhh…

    Judul artikelnya emang clickbait-y, dan itu yang bikin sebel sih.

    Ga usah repot ngeklik: Isi artikelnya ini membahas Edward VIII yang jatuh cinta dengan Wallis Simpson, seorang wanita Amerika. A commoner *gaaassp*

    Pernikahan mereka bikin geger sak Inggris Raya dikarenakan Gereja Inggris saat itu ga mengakui pernikahan keluarga kerajaan dengan janda/duda, dan Wallis Simpson adalah seorang janda.

    Edward VIII sendiri akhirnya turun tahta dan digantikan adiknya, George VI — ayahanda dari Elizabeth II.

    Yang bikin gw sebel adalah, kenapa sih ya kok tajuk utama bernuansa negatif gini yang memang menarik perhatian publik (iya, gw termasuk). Apa ya ga ada kalimat lain yang lebih menyenangkan, lebih manusia, lebih nguwongke wong (memanusiakan manusia) dibanding kata-kata bombastis macam “SKANDAL” gitu? Can we be happy for other people, just for once?

    Tautan: http://time.com/5037780/prince-harry-meghan-markle-engaged-wallis-simpson/

Nindya’s quick blurbs

  • A month too late, but I just stumbled upon IKEA France’s Tiktok video, hinting a possible collab with Animal Crossing. Unfortunately, no further information about this other than IGN picked up this news when the video was posted.

Latest snap