
not a food blog

Oke, kalo ada yang punya DVD-nya (secara legal, tentunya) atau tau beli DVD-nya di mana, ini film HARUS ditonton. J-dorama kocak, penuh musik (JAZZ DAN SWING! GLEN MILLER!), dan menyenangkan.
“Swing Girls is a 2004 comedy written and directed by Shinobu Yaguchi, and is the tale of delinquent and lazy school girls, who in their efforts to cut remedial summer math class, end up poisoning and replacing the school’s brass band.
The girl’s performance here is actually live, not prerecorded and pantomimed, which is what makes this film and the music particularly interesting. All the music scores in the movie were actually performed by the actresses themselves; they were not dubbed. Many of the actresses had never played an instrument before. They took intensive music lessons at Yamaha Music School for several months before the shooting began. To promote the movie, the actor and the actresses performed live in concerts in Japan and the USA.”
Minggu lalu Ari nerima informasi di grup WhatsApp WNI domisili Malaysia mengenai Pesta Rakyat 2015 yang diadakan KBRI. Saya keinget kalo om dan tante saya yang berdomisili di Berlin, Jerman juga bulan Agustus lalu mengadakan acara yang sama (om saya bekerja di KBRI Berlin). Saya tanya ke tante saya, memang Pesta Rakyat itu pasti diadakan KBRI pasca Hari Kemerdekaan Indonesia. Karena ini pertama kali saya tinggal di luar Indonesia, ini jadi pengalaman pertana saya juga untuk datang ke acara Pesta Rakyat (sebelum menikah, Ari pernah tinggal di Singapura selama dua tahun — tapi dia bilang dia belum pernah datang ke acara yang diadakan KBRI ?)

Kita sampai di Taman (Tasik) Titiwangsa jam 11:45 siang. Sama seperti banyak taman di KL, Taman Titiwangsa terletak di tengah kota (100 meter dari Istana Budaya) tapi ukurannya besar sekali — diberi nama “tasik” karena mempunyai danau di tengah-tengah taman. Ada wisata air, laluan sepeda, padang golf Kepolisian Diraja Malaysia, sampai istal kuda. Tentu saja ketika berkeliling-keliling taman berharap suatu saat Indonesia bisa mempunyai taman sekeren ini di tiap kota dan kabupatennya. Amiiin (sudah dimulai di Bandung, semoga bisa terus menyebar pengaruh baiknya kemana-mana ?)
Sesampainya di lokasi, ternyata acara baru dibuka oleh wakil Dubes RI, bapak Hermono, dengan pelepasan 70 balon merah putih. Selepas itu, acara diisi dengan penampilan musik dan tarian tradisional. Pengunjung bebas berjalan-jalan dan mengunjungi kios bazaar — dari pakaian sampai makanan.


Ya namanya juga Malaysia ya, mataharinya sekampung. Panas terik, hahaha. Tapi karena lokasi di taman yang banyak pohon, bisa duduk-duduk sambil makan bakso dan minum es timun. Lumayan menghilangkan haus dan lapar.
Yang berkesan ke saya itu cara jualan para ibu-ibu yang berjualan makanan lho, hahaha. “Ayo neng, silakan! Coto Makasar-nya!”, “Batagornya, kak!”, “Ayo, es buahnya seger dingin panas-panas gini!” Saya selalu suka cara berjualan di bazaar makanan seperti itu — karena saya nggak pede seperti itu kali ya? Hahaha. Seneng aja rasanya di tanah negeri tetangga ini mendengar menu makanan tanah air yang jarang ditemukan di Malaysia.



Saya ga banyak foto-foto soalnya kita juga nggak lama di acara. Jadi selepas makan siang, menonton acara hiburan sebentar, lalu pulang.
Semoga masih diberikan rejeki untuk menghadiri Pesta Rakyat tahun depan ya. Merdeka Indonesia!
Saw this site mentioned the other day on Slack: neocities.org.
Scroll down and you will see “Featured Sites”. Never knew it brings back early 2000s, and it makes me so, so happy.

Nindya. Kapkap. she/her. Indonesian in Malaysia. Millennial. Animal Crossing: New Horizons. Lo-fi. Murder mysteries genre.
Part of blogroll.org