• Neko Atsume [? ??]

    Kalo diliat-liat ya, sepertinya negara yang sering bikin game memelihara hewan itu Jepang deh. Liat aja Tamagotchi. Ditargetkan untuk orang-orang yang pengen pelihara hewan tapi ga bisa pelihara hewan hidup (mungkin ga dibolehin di apartemennya atau ruang terbatas) komplit dengan keribetannya ngasih makan, ngajak main, dan ngurus kotoran.

    Ada satu lagi, aplikasi/app namanya Neko Atsume [? ??] (Cat Collected). Jadi… Intinya kita ini mengumpulkan kucing. Kita menyediakan makanan dan mainan kucing, nanti kucing-kucing sekitar akan mampir ke rumah kita. Game ini dulunya hanya ada versi bahasa Jepang; tapi mungkin karena populer di negara lain juga, akhirnya dirilis yang berbahasa Inggris.

    Game ini nggak punya misi atau reward points; paling-paling hanya memento dari kucing yang sering mampir — karena kebiasaan kucing memberikan hadiah ke majikannya/orang yang merawatnya. Entah apa yang membuat game ini sangat menarik, tapi ya memang… Menarik. Apalagi kalo liat kucing baru di koleksi.

    Game ini nggak punya grafik yang wah. Ya 2D saja. Seperti kartun sederhana. Paling kucingnya gerak-gerak alakadarnya saat bermain bola. Sisanya ya tidur atau duduk.

    Ketika bermain game ini, kita sebagai pemilik rumah bisa membeli makanan kucing dan mainan kucing. Di awal permainan, seperti game lainnya, kita akan mendapatkan tutorial juga.

    Sedikit tips: Saat awal bermain/tutorial, kita memang diberikan makanan gratis; tapi sedikit/nyaris nggak ada kucing yang suka — ketika uang (dalam bentuk ikan asin warna abu-abu atau emas) sudah terkumpul, sebaiknya beli makanan yang agak mahal seperti Frisky Blitz.

    Uang bisa didapatkan dari ‘gifts‘ oleh para kucing. Kucing-kucing yang mampir dan bermain biasanya meninggalkan ‘gifts‘ berupa ikan abu-abu atau, kalau beruntung, ikan emas. Semakin banyak mainan yang disediakan, semakin banyak pula uang yang didapatkan.

    Kita bisa memotret para kucing yang sedang beraksi di halaman rumah kita dan mendatanya di dalam Cat Book. Di situ kita bisa melihat profil masing-masing kucing beserta kepribadian mereka (yang menurut saya agak aneh. Kepribadian: Hot and Cold. … … … Maksudnya?)

    Kita juga bisa merubahsuai desain rumah kita sesuai yang kita mau — tentu saja dengan harga ikan emas yang agak mahal, hahaha.

    Beberapa kucing ada yang tergolong spesial. Biasanya karena desain mereka. Lucu-lucu dan macam-macam. Ada Tubbs, kucing gendut yang biasanya sekali makan menghabiskan sepiring Frisky Blitz (tapi memberikan gifts juga cukup banyak: 25-30 ikan abu-abu). Ada Joe DiMeowgio, kucing pemain baseball — kalau ingin melihat Joe, beli bola baseball dan letakkan di rumah. Yang di atas itu Billy The Kitten — caranya, beli topi cowboy.

    Bahkan untuk game geje begini, orang Jepang serius lho membuat panduannya, hahaha. Saya pernah liat buku panduan Neko Atsume di Kinokuniya KLCC — sayangnya dalam bahasa Jepang — yang berisi profil tiap kucing, tips dan trik, walkthrough, komik, dan bonus stiker.

    Kalau ingin ikut bermain Neko Atsume juga, kalau nggak salah app-nya tersedia dalam versi iOS dan Android.

    Selamat bermain!

  • Ari dan rayuan gombalnya

    Ari:

    “Malaysians love mee curry. It’s like Indian boyfriend to Chinese girlfriend. I’m the curry to your noodles, so we can have mee curry.”

    Saya:

    “… Rasanya pengen ketemu Nabi Adam lalu bilang ke dia, “you spend, like, some years in heaven. Plis lah belajar pick-up lines yang lebih mendingan selama di surga sebelum ditendang ke bumi. Your sons need that. A lot.””

  • Wira dan “Brod”

    Satu hari saya lagi ngelipet baju dan Wira lagi main sendiri. Anaknya lagi berkhayal pura-pura jadi bajak laut (abis nonton Disney Junior ‘Jake and the Neverland Pirates‘). Jadi dia lagi loncat sana, loncat sini, lari sana, lari sini, sambil ngoceh macem “aye aye, captain!”, “this is emergency!”, “look alive, matey!”, “it’s a treasure box!” dan semacemnya.

    Di deket saya, ada tumpukan baju bersih lagi mau dilipet. Anaknya langsung lompat dari sofa sambil nunjuk-nunjuk ke tumpukan baju.

    Wira : “LOOK! A BROD! A BROD!”

    Saya : *ngebatin “… ‘Brod’ itu apasi… Tapi mungkin bahasa anak-anak kali ya” tapi tetep diem aja sambil ngelipet baju*

    Wira : *masih nunjuk tumpukan baju* “LOOK, IBU! A BROD!”

    Saya : *ngeliat Wira dengan tampang bingung* “… ‘Brod’ itu apa sih?”

    Wira : *diem bentar* “… … LOOK, IBU! IT’S A BATU!”

    Saya : “Owalah… A ROCK. Batu itu ‘rock’!”

    Wira : “Rock?”

    Saya : “Rock.”

    Wira : “LOOK, IBU! A… … … …” *ngeliat saya dengan pandangan bingung dan sambil nyengir*

    Saya : “Rock.”

    Wira : “– ROCK!”

    Lalu anaknya lari-lari lagi main lagi.

  • Saw this site mentioned the other day on Slack: neocities.org.

    Scroll down and you will see “Featured Sites”. Never knew it brings back early 2000s, and it makes me so, so happy.

Nindya. Kapkap. she/her. Indonesian in Malaysia. Millennial. Animal Crossing: New Horizons. Lo-fi. Murder mysteries genre.

English is not my first language, my English teacher gave up on my grammar skills back in high school, and I refuse to use AI, so expect weird and confusing run-on sentences on this blog.

Currently feeling:

The current mood of retnonindya at www.imood.com

Part of blogroll.org

  • Urban rainbow