Me time itu nggak harus pergi ke mall, salon, atau liburan jauh dari keluarga — walaupun kalo bisa ke mall, salon, bioskop, dan/atau liburan sendiri barang 1-2 hari bakal menyenangkan juga sih, hahaha.
Kadang, di rumah sendirian sambil ngopi, atau beberes rumah (beneran lho. Beberes rumah SENDIRIAN TANPA GANGGUAN ANAK PIYIK YANG NDADAK NGEREBUT SAPU ATAU MAINAN KABEL VACUUM CLEANER) itu juga bisa dibilang me time; sementara suami sedang jalan-jalan dengan anak-anak.
Sejak beli buku The Further Tale of Peter Rabbit karya Emma Thompson (iya, Emma Thompson aktris), kami jadi tertarik dan menyukai Peter Rabbit karya Beatrix Potter. Kelinci bandel yang ga pernah dengerin ucapan ibunya, suka nyelonong masuk ke kebun petani dan makanin sayuran, dan — seperti kisah kanak-kanak Inggris — petualangan.
Waktu ke toko buku kemarin, sempet beli beberapa buku Peter Rabbit yang versi board book (kertasnya karton tebal) supaya bisa dibaca Rey juga dan buku The Spectacular Tale of Peter Rabbit karya Emma Thompson. Ada yang seri koleksi, harganya lumayan, huhu. Nabung dulu, hahaha.
Waktu denger soal film Peter Rabbit dalam bentuk animasi 3D, Ari dan gw semangat. Berpikir mau nonton sama anak-anak nanti bulan Februari.
Lalu nonton trailernya:
*insert hantu air Jepang RAAAAAAGGGEEEEEEEE here*
BIKIN MARAH.
Apa-apaan sih kok jadi komedi slapstick Ameriki banget macem Alvin and The Chipmunks hhhhhhhhhhhh THANKS BUT NO THANKS FOR BUTCHERING YET ANOTHER CHARMING KID STORIES, HOLLYWOOD.