• Farm In The City!

    Oke, akhirnya sempet juga import dan export foto-foto dari kamera ke laptop dan sekarang siap untuk nge-blog!

    Hari Minggu kemarin (7 Juni) kami berkunjung ke Farm in The City yang berlokasi tepatnya di Seri Kembangan, 30 menit perjalanan menggunakan mobil dari Kuala Lumpur. Farm in The City ini seperti petting zoo — kebun binatang cilik yang hewan-hewannya dapat berinteraksi secara langsung dan diberi makan oleh pengunjung. Selain kebun binatang, mereka juga mempunyai tempat berjualan tanaman dan perlengkapan berkebun yang cukup lengkap.

    Konsep Farm in The City ini adalah gabungan kebun binatang dan kebun tanaman. Karena ada kata “farm”, banyak hewan-hewan yang ada di kebun binatang ini merupakan hewan domestik dan bisa ditemukan di peternakan/pertanian — seperti ayam, kalkun, dan kambing. Tentu aja ada beberapa tambahan berupa iguana, biawak, dan ular piton ? Peternakannya seru banget ya kalo ada ular piton sepanjang 3 meter? Hahaha.

    Seusai berkunjung, pengunjung anak-anak mendapatkan sertifikat (yang nanti nama dan tanggal berkunjung diisi sendiri) yang menyatakan bahwa si anak sudah mempelajari mengenai hewan-hewan di peternakan (plus biawak. Buaya. Iguana. Ular ?) Wira seneng banget di sana, terutama saat memberikan makan ikan koi. Sampe nangis-nangis pas diajak pulang.

    Harga tiket masuk sebesar RM 48 (dewasa) dan RM 38 (anak-anak di bawah 11 tahun). Tutup di hari Selasa.

  • Doa

    Kapan hari saya pernah melihat sebuah status Facebook yang isinya Islamophobic. Wah, segala macem lah itu sebutan nama hewan dan umpatan untuk Islam dan Rasulullah.

    Lalu saya berdoa, semoga si penulis itu satu saat mendapatkan bantuan yang besar dan bermanfaat banget.

    Dari seorang muslim/muslimah.

    Pengen tau, apa ya masih maki-maki agama lain kalo gitu.

  • Penghematan Make-up

    Barusan liat mbak-mbak masuk ke Guardian KLCC. Pas awal masuk, mukanya masih polos/ga pake make-up.

    Masuk ke Guardian, dia berhenti di setiap counter skincare dan make-up (Revlon, Maybelline, L’Oreal, sama SilkyGirl). Dari tester pelembab, foundation, concealer, sampe maskara dan pensil alis dipake semua di muka.

    Keluar dari Guardian, mukanya udah full-make-up.

    Cerdas.

    Biaya make-up jadi minimal, dan dia dateng pas pagi-pagi (Guardian udah buka dari pagi) ketika staf toko belum banyak dan salespeople belum dateng.

    Cuma agak khawatir soal higienis produk.

  • Sharing false news

    Why is it that whenever somebody received a (highly) doubtful reports or news which can be classified easily as hoax, their gut instinct is to SHARE it first? Why is it rarely, if ever, they wondered, “I might have to check Google first”? Do they honestly think that they can “save a life” from that baseless brainless sharing?

    Should be “save a brain”.

  • Demon Gargoyle From Fantasia

    Disney’s giving one of its darkest characters — a demon gargoyle from ‘Fantasia’ — its own movie

    The character has popped up on Disney’s animated series “House of Mouse” as more of a misunderstood evil figure claiming he’s actually afraid of the dark, and as a terrifying demon on ABC’s “Once Upon a Time” this past season.

    Kap’s commentary: Lama-lama Disney ini macem anak remaja emo alay. Apa-apa semuanya “misunderstood”. Ga bisa ya, jahat ya jahat aja?

  • Next project: Intermediate Theme Developer

    I want to develop themes that sing praises for the 2000s. I always feel we could have a bit more 2000s-era whimsy.

Nindya. Kapkap. she/her. Indonesian in Malaysia. Millennial. Lo-fi. Animal Crossing: New Horizons. Murder mystery genre.

Currently feeling:

The current mood of retnonindya at www.imood.com
Status Cafe Profile
  • April in pictures
  • Red onions
  • Urban rainbow
  • “Abdijiwo” by Retno Widya
  • “The Maid” by Nita Prose
  • The Liebermann Papers on BBCPlayer