• Quick Update

    Things have been pretty busy recently (a week before Eid, during Eid, and a week after Eid) — especially with my siblings visiting KL. So, yeah.

    Anyway, Eid has been quite fun — although my idea of “fun” might be quite different from other people’s idea. Being away from family and relatives gives us a really quiet Eid, thus less energy to spend (preparing and enduring the whole… Thing.) It’s true that it feels slightly lonelier, but I actually happy to spend Eid without its “compulsory” grandiose (“Oooh! You should buy new clothes for Eid!” Like, WTF, buying new dress just to be wore ONCE? No, thank you. I’d rather splurge my money buying UNIQLO’s super comfortable T-shirts) and excessive food just because “you have to do it!”

    So as you might have guessed, our Eid was about (blissful) quietness and some Skype and Facetime calls to our relatives in Indonesia.

    I’d rather see other people doing all the partying and celebrating while I sip my cup of tea while watching fireworks of the said party/celebration from afar. Less crowd and less noise.

    Yes. I must be reeeaaaallyyyyy fun at parties.

    (You might find me next to the buffet table, though. Stuffing my face with food so I don’t have to do some kind of actual conversation with other people)

  • Ramadhan tahun ini…

    Repost from Path because I’m too lazy like that.

    Ramadhan tahun ini lucu.

    Gw menghabiskan lebih dari setengah Ramadhan untuk lapar dan haus aja. Sepanjang itu gw merengut, mengeluh, dan jengkel karena gw cape, ngantuk, dan sebel harus bangun super pagi buat sahur lalu kalo tidur lagi selepas Subuh langsung mimpinya aneh-aneh dan berujung gw tambah cape dan ngantuk. Dan marah.

    Lalu gw iseng keliaran di Youtube, nemu video Japanology dari NHK World. Di situ beberapa kali disebut sekilas soal “zen”. Gw cuma tau zen itu asosiasinya ke gaya hidup yang super minimalis, super bersih, dan Buddhisme.

    Iseng-iseng lagi, sambil nahan haus dan lapar yang gw udah merutuk di kepala “ga ada gunanya juga ini”, gw keliaran di Pinterest. Nyari tau socmed satu ini soal zen tanggepannya gimana sih. Apa sekedar desain interior dan latihan meditasi.

    Makin lama di Pinterest, pelan-pelan belajar. Jelas ga detail ya, karena gw belum ngomong atau diskusi sama penganut Buddha sendiri, tapi beberapa kali gw nemu soal zen yang namanya “mindfulness”. Dan disiplin diri.

    “Beresin tempat tidur dan cuci piring atau gelas selepas lu pake!”

    Itu sepele. Tapi ya Tuhan ya Rabb ngerjainnyaaaaaa. Mana ya gw suka lupa atau pura-pura lupa ya. Di situ ditekankan bahwa “the only zen that you have when you’re on top of the mountain is the zen that you bring” — lu naik gunung sampe gelindingan juga kalo pikiran lu ga tenang ya ga bakal tenang. 

    Lalu catetan lagi: “And while you’re doing so (cleaning the bed and dishes), put your mind into it. You don’t think about why you’re doing it. You just do.”

    Jadi bukannya ngelamun dan mikir yang nggak-nggak seperti yang biasanya gw lakukan dan berujung gw kelewat mikir segala macem hal dan jadi paranoid dan emosi sendiri, gw fokus aja energi dan pikiran gw ke… Nyuci piring.

    Menariknya, ini di bulan Ramadhan. Nahan lapar dan haus.

    And hunger has this funny effect on you.

    Dari marah karena lapar (“hangry”) sampe ke “yaudahlahyaaa…” Macem 5 Stages of Grief, hahaha.

    Jadi entah gimana, otak mulai mikir dari “APAAN SIH INI NGAPAIN SIH GW PUASA ADUH LAPEEER” sampe ke yang “… … … Yaudasik jalanin aja ga usah mikir yang lain-lain.” Bahkan ga mikir soal “hikmah puasa” mengenai orang miskin makannya gimana, pahala, atau apa lah segala macem. Cuma ngerjain aja. Udah laper kalo dibawa mikir tambah jengkel. Kapkap kalo jengkel berubah jadi kaktus. Kaktus raksasa.

    Baru deh gw lebih tenang ngejalanin Ramadhan. Ya tetep lah ada masa-masa “aduh gw cape banget ya bo bangun sahur masak nasi dulu plis dehhhhhzzzzzz…” Tapi bisa dibilang ga se… Sengomel-ngomel di awal Ramadhan.

    Semoga masih bisa ketemu Ramadhan taun depan dan Kapkap udah lebih bijak lah ya buat ngurangin marah-marahnya. Amin! ??

  • Forensik dan Kulkas

    Kemarin, siang-siang jalan-jalan sekitaran Kuala Lumpur.

    Dari belakang mobil, ada suara sirene meraung-raung. Dikira ambulans, kami pun minggir.

    Ternyata suara sirine itu dari mobil polisi, dengan tulisan ‘FORENSICS’ besar-besar. Di belakang mobil polisi itu, ada mobil boks yang mengikuti rapat dengan muatan kulkas yang terikat kuat.

    Saya langsung berpikir jangan-jangan ada mayat tuh di dalam kulkas.

    *Kapkap jangan keseringan nonton serial TV detektif ya. Iya*

Nindya’s quick blurbs

  • A month too late, but I just stumbled upon IKEA France’s Tiktok video, hinting a possible collab with Animal Crossing. Unfortunately, no further information about this other than IGN picked up this news when the video was posted.

Latest snap