Ramadan #9


Baru nyadar kalo saya belum sempet foto-foto bazaar Ramadan, hahaha.

Jadi agak berbeda dengan di Jakarta, penjual makanan pinggir jalan — terutama saat Ramadhan — di Malaysia ini diatur untuk lokasinya. Ada sih emang yang pake mobil atau gerobak dan jualan di pinggir jalan, tapi itu jarang banget. Biasanya para penjual makanan ini punya lokasi sendiri yang disebut “medan selera” alias food court. Prinsipnya dimana-mana sih sama ya, penjual beli slot kios, lalu berjualan di situ. “Kontra” dari sistem ini adalah, ga ada penjual makanan lewat depan rumah, hahaha. Saya pake tanda kutip karena entah juga ya, itu kerugian atau bukan. Yang jelas, makanan dan minuman lebih terjamin kebersihannya dan sampah dialokasikan di satu tempat.

Mungkin karena penjual makanan dipusatkan di satu titik, jadi lah yang namanya medan selera itu di setiap belokan jalanan selalu ada. Jadi dibilang, “wah, kalo dialokasiin gitu, susah dong cari makan?” Hmmm, saya bilang sih nggak. Akses transportasi di sini sangat mudah dan manusiawi. Mau ke medan selera juga gampang banget. Jangankan medan selera, tempat makan khas Thai, India, ataupun Melayu selalu ada di setiap lingkungan. Sistem pesan makanan (Foodpanda) juga menerima pesanan makanan pinggir jalan/street food, hahaha.

Malaysia ini mirip Indonesia untuk soal manusianya dengan makanan: sama-sama suka makan enak, hahaha. Jadi emang menyenangkan dan mudah sekali membeli makanan dari jajanan sampe lauk pauk di sini ?

Soal bazaar Ramadan, jadi biasanya mall atau pusat perbelanjaan di sini membuka kesempatan untuk pedagang-pedagang kecil berjualan penganan — terutama makanan kecil untuk berbuka puasa dan lauk. Selain mall atau pusat perbelanjaan modern, pasar-pasar tradisional juga melakukan hal yang sama. Biasanya kalo di pasar tradisional, variasinya lebih banyak (dan tentu aja lebih rame, hahaha.)

Di bazaar Ramadan deket rumah, rupanya ada penjual dari Indonesia ? Jualannya cukup sederhana: sosis Solo, tahu brontak, kroket, dan risol isi sosis, keju, dan telor. Tapi aduh, rasanya seneng bukan main lho makan cemilan rasa otentik Indonesia, hahahaha. Apalagi risol sosis keju telur itu favorit saya, hahaha.

Tags:


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

PREVIOUS


%d bloggers like this: