Setelah beberapa lama coret-coret, saya memutuskan untuk membuat gambar saya dicetak di kaos, sarung bantal, ataupun tote bag. Siapa tahu berbuah hasil ya, hahaha.
Untuk teman-teman yang ingin membeli produk-produk yang disebut di atas dengan gambar saya, silakan layari “toko” saya di website Tees: http://www.tees.co.id/store/Lapaknya-Kapkap
‘Karena Kucing Adalah Koentji’ – 2015‘Daydream’ – 2015
Yang gambar kucing di atas itu juga saya kirim ke Linimasa. Semoga ditampilkan ?
Oh iya, saya juga memasukkan desain gambar kucing itu ke Tees. Siapa tahu ada yang ingin punya kaos bergambar kucing di atas itu atau sarung bantal, silakan klik ‘Store’ di menu atas.
Mendekati akhir Oktober, mulai banyak acara pesta Halloween diadakan; salah satunya sekolahnya Wira.
Karena saya dan Ari sama-sama nggak pernah dateng ke pesta Halloween (oke, saya pernah sekali waktu masih bekerja sebagai konsultan PR dan komunikasi — tapi itu juga bukan Halloween sih; lebih mirip pesta topeng. Tapi saya memilih pake jubah hitam karena saya tergila-gila dengan kostum jaman pertengahan/medieval) jadi kita berdua nggak pernah yang antusias banget “OMG IT’S HALLOWEEN QUICK BREAK OUT THE COSTUMES AND THE FACE PAINTING” gitu. Atau ya bisa dibilang kita berdua nggak pernah yang sangat antusias dengan pesta; kalopun dateng ke pesta, area penyebaran kita biasanya radius satu meter dari meja buffet.
Lalu ada lah ini acara bertemakan Halloween. Saya dan Ari sama-sama bingung.
Koreksi, saya doang yang bingung.
Ari, mendengar “acara Halloween” disebut, langsung ribut.
“DANDANIN ANAKNYA KAYA STAR WARS.”
Entah itu menjadi orangtua, entah itu indoktrinasi.
Karakter yang dipilih adalah karakter baru di Star Wars (Star Wars VII: The Force Awakens) yang bernama Kylo Ren. Saya bilang kalo ke sekolah dengan kostum Kylo Ren, pake kostumnya SAJA. Nggak perlu bawa lightsaber karena 1. Berbahaya, dan 2. Emang dilarang sama pihak sekolah.
Di foto di atas itu, “jubah” Wira sebenernya cardigan Marks & Spencers saya dan sabuknya dari gaun batik saya. Masalahnya, jubahnya itu memang masih terlalu besar jadi Wira jalannya pun harus diseret-seret. Akhir pekan lalu, Ari akhirnya membeli kostum ninja untuk dipakai Wira, melengkapi kostum Kylo Ren-nya.
Saya sendiri melihat Halloween ini sebagai perayaan biasa. Malah kalau melihat sejarahnya, Halloween ini lumayan jauh dari kesan ceria ? Tapi yaaa, ini bisa jadi pengenalan kebudayaan yang baik untuk Wira dan anak-anak lainnya.
This is my personal blog, so anything goes. This blog has been around since 2014, which means you would, and could, see my past writings with different perspectives and mindsets at that time. While I tried to tidy things up here, I personally feel that things should not be too “clean” or polished. You see me grow and learn in this blog. This blog is a record-keeping of what I was, what I am, and what I will be. What I wrote in the past might not reflect who I am right now, nor me revisiting the topic.
While things here are generally PG-13, I must remind you that I’m an adult, which means some topics might be too heavy for younger readers.
I want to develop themes that sing praises for the 2000s. I always feel we could have a bit more 2000s-era whimsy.
the blogger
Nindya. Kapkap. she/her. Indonesian in Malaysia. Millennial. Lo-fi. Post-Rock. Gregorian. Animal Crossing: New Horizons. Murder mystery genre. “Love is Love“.