• “Lu ga pernah cuci piring, gw malu kalo ada orang dateng ke rumah!”

    “ORANG DATENG KE RUMAH BUAT DIBUNUH JUGA”

    “Vampir ga cuci piring.”

    Ini film baru mulai kok udah ngeselin gini sih =)))

    #kapkapcommentary

    Tetep film horor sih, cuma nyambungin ke humor ala Inggris yang absurd jadinya krik krik krik banget

    #kapkapcommentary

    REFERENSI KE PAC-MAN. BANGKEK =))))

    #kapkapcommentary

    “We don’t smell our own crotches. We smell each other’s crotches. And it’s like… Uh… A greeting.”

    Ketika vampir hina-hinaan sama werewolves. Ini apa pula banget.

    #kapkapcommentary

    “Sebisa mungkin jangan sampe ada lebih banyak polisi dateng, apalagi kalo mereka Kristen”

    =))))

    #kapkapcommentary

    “Just leave me to do my dark bidding on the Internet!”

    “What are you biding on?”

    “I’m biding on a table.”

    … … Iya.

    #kapkapcommentary

    Petyr is quite adorable though

    #kapkapcommentary

    I always love it when a movie or series talking about being immortal and what it goes along with — watching your loved ones die and such.

    #kapkapcommentary

  • ELIZABETH SAYS “NO”, COLLINS. WHICH PART OF “NO” YOU DON’T UNDERSTAND YOU DIM CABBAGE HEAD. YET YOU HAVE THE WIT TO THINK THAT IT’S “ELEGANT FEMALES” WAY TO “INCREASE THE LOVE AND ADMIRATION” OF GENTLEMEN. NO MEANS NO. OH MY GOODNESS.

    #kapkapcommentary

    “Your mother will not speak to you if you don’t marrying Mr. Collins.

    I will not speak to you if you do.”

    YAAAAS MR. BENNET. YAAAAAAAASSSSSSSSS.

    #kapkapcommentary

    Loooove Keira Knightley. She always have that twinkle in her eyes and that goofy yet mischievous wide grin. Suka liatnya ?

    #kapkapcommentary

    “I love you.

    Most ardently.”

    And now it’s time for us girls to shriek and fangirling mode.

    ?????

    TAPI PERLU YA BAWA-BAWA STATUS KELUARGA HAH DARCY?

    #kapkapcommentary

    Anjaaaay lu ngehina-hina sekeluarga plus kekurangan harta keluarga tersebut terus masih nyoba ngelamar si gadis?? =)))

    #kapkapcommentary

    AAAAW GEORGIANA IS SOOOOOOO CUUTTTEEEEEE

    THAT’S A WINGLADY FOR YOU, DARCY

    #kapkapcommentary

    Is it okay if I just punch Mrs. Bennet on her face? ? EVEN NO THANK-YOU TO MR. GARDINER.

    #kapkapcommentary

    OK. Darcy might not really far off on his opinions about the Bennets.

    Itu adek-adeknya Lizzie sama ibunya mengsle semua itu kayanya ?

    #kapkapcommentary

    “Yes. A thousand times, yes.”

    SAAAAAAAH

    #eh

    #salahya

    #kapkapcommentary

    “You must know. Surely you must know. It’s all for you.”

    Aaaaaw.

    Sekarang cuma bisa berharap kalo Darcy ngomelin tantenya abis-abisan.

    #kapkapcommentary

    “Mrs. Darcy.”

    That’s it. Now I can die happily.

    #kapkapcommentary

  • Praktis

    Kapan hari saya dan Ari sedang menonton TV. Acara TV saat itu membahas tentang acara jalan-jalan dan kuliner di Jepang, terutamanya di Tokyo.

    Salah satu tempat tujuan mereka itu di sebuah restoran ramen (mie) — si pengunjung bisa memesan ramen melalui vending machine, membawa selembar kertas untuk konfirmasi pesanan, diberikan ke pelayan, dan pelayan tinggal datang membawa ramen yang dipesan. Tempatnya sendiri terdiri dari kubikel-kubikel kecil (seperti di kantor) yang hanya bisa muat untuk satu orang. Selain itu, si pembawa acara juga ditunjukkan beberapa vending machine yang menjual berbagai macam produk dari makanan sampai pakaian dalam (untuk orang-orang yang terpaksa menginap di capsule hotel karena tidak sempat mengejar kereta terakhir di malam hari). Salah satu bintang tamu yang merupakan orang Inggris yang tinggal dan bekerja di Jepang berkata bahwa efisiensi dan kepraktisan sangat dijunjung tinggi di Jepang.

    Sepintas, rasanya memang canggih ya. Serba praktis, apa-apa bisa dibeli tanpa harus masuk ke toko dan antri membayar. Tinggal datang, pesan, lalu mendapatkan barang yang diminta — tanpa harus bertemu muka dengan orang lain.

    “… Tapi kok rasanya ga ada interaksi manusianya ya,” komentar Ari.

    Saya setuju.

    Rasanya… Gimana ya. Dingin? Bertemu muka aja nggak, apalagi ngobrol. Sedangkan kalo kita di kampung-kampung masih bertemu orang saat jajan ke warung, bahkan sampe ngobrol dengan ibu atau bapak penjual di warung. Dengan kepraktisan dan teknologi modern, kadang malah jadi alasan manusia untuk ga berkomunikasi.

    Memang sih, enak dan mudah. Modern sekali, malah. Gampang banget kan, kalo haus bisa beli di vending machine yang beroperasi 24 jam. Kalo mau beli makanan tinggal ngasih slip kertas yang berisikan konfirmasi lalu pesanan makanan langsung datang.

    Tapi kita juga jangan lupa dengan warung-warung kecil atau toko-toko kelontong yang setiap saat bisa kita sapa dan ngobrol dengan si bapak atau ibu penjual ?

  • Saw this site mentioned the other day on Slack: neocities.org.

    Scroll down and you will see “Featured Sites”. Never knew it brings back early 2000s, and it makes me so, so happy.

Nindya. Kapkap. she/her. Indonesian in Malaysia. Millennial. Animal Crossing: New Horizons. Lo-fi. Murder mysteries genre.

English is not my first language, my English teacher gave up on my grammar skills back in high school, and I refuse to use AI, so expect weird and confusing run-on sentences on this blog.

Currently feeling:

The current mood of retnonindya at www.imood.com

Part of blogroll.org

  • Urban rainbow