Yuta Tanaka ini seorang Jepang yang juga menjadi part-time busker/pengamen. Gw beberapa kali ngeliat Yuta di stasiun LRT Ampang Park dan stasiun LRT Suria KLCC. Nggak banyak pengamen yang pasang informasi akun Spotify, jadi ketika gw liat tanda Spotify di kotak gitarnya Yuta pas nonton dia, gw langsung cari di Spotify, hahaha.
Nggak banyak juga yang memainkan karya asli/original works dan Yuta ini salah satunya yang punya dan rutin memainkan karya-karyanya sendiri. Yang paling sering gw denger itu ‘Under the Wrong Sky’ (bisa diliat di akun Spotify Yuta juga.)
Tau kan, saat-saat ketika lagi sarapan. Kok ya damai sekali rasanya. Bisa makan roti, minum kopi. Tenang sekali rasanya. Nggak ada suara sekali rasany–
Lalu panik. Nggak ada suara. NGGAK ADA SUARA.
Hidup bersama balita, “nggak ada suara” itu artinya “Siaga Satu. Siap Sedia Kotak P3K, lakban, alat pemadam api ringan, obat-obatan, dan senter.”
Setengah panik dan hampir kesedak kopi, gw langsung noleh ke arah ruang TV. Kuas gambar gw terlihat berayun-ayun dipegang Rey.
Gw lari ke meja TV.
Air minum Rey sudah ambyar di atas meja. Tangan mungilnya mencelupkan kuas ke dalam gelasnya, lalu dengan cekatan menggoreskan air ke atas meja.
Rey menoleh, lalu tertawa. Bangga luar biasa. Lihat nih, aku melukis. Lihat nih, aku pintar.
“I am in a marathon, not a sprint, and no matter how far away the goal is, the only way to get there is by putting one foot in front of another every day” — Automattic Creed
Jadi Insya Allah trial period akan dimulai pertengahan November 2018 ini, dan gw sudah mulai (kesetanan) nyiapin bahan yang gw mau baca dan berbagai referensi di dunia customer support dan tambahan ilmu di produk-produk Automattic seperti WooCommerce dan Jetpack. Sebenernya gw ada sedikit pikiran mengenai Gutenberg. Jadi Gutenberg ini sistem editor yang dikerjakan oleh tim Developer WordPress dan bisa dibilang bakal berbeda banget dengan sistem editor yang pengguna tau selama ini. Harapannya, mempermudah pengguna dalam menulis dan edit tulisan mereka. Jadi kaya blok-blok gitu lho. Ini ada artikel mengenai penjelasan apa itu Gutenberg (diambil dari nama Johannes Gutenberg, penemu mesin cetak pertama di dunia — mengubah industri multiplikasi buku saat itu (karena jaman itu, buku diduplikasikan dengan tulis tangan) yang bisa dibaca:
Nah. Sebenernya Gutenberg ini sudah dirilis secara beta dan dipublikasikan di pengguna WordPress.com, tapi gw dengan bodohnya malah klik ‘Dismiss This’ dan sekarang gw keliaran di Dashboard /wp-admin, ga ketemu dong gimana cara install Gutenberg di Dashboard gw KARENA APA? KARENA GW SENDIRI YANG ‘DISMISS THIS’ DI DASHBOARD GW.
Gutenberg sendiri lagi ada isu soal Accessibility, karena dianggap untuk melakukan satu tindakan, perlu menggunakan keyboard — pengguna perlu menekan tuts tertentu di keyboard, ya semacam keyboard shortcut lah.
Nah, itu kalo si pengguna, kasarnya, able-bodied. “Normal”. Kalo ga ada keyboard? Kalo pake voice command?
Tim Gutenberg sendiri mengakui kalo mereka kurang konsultasi dengan accessibility expert, dan di saat yang sama mereka ga mau kalo aksebilitas Gutenberg ini sekadar “fitur tempelan” (tautan: Report on the Accessibility Status of Gutenberg) sehingga ada kemungkinan rilis WordPress 5.0 dan Gutenberg akan sedikit terhambat/terlambat.
Yang jadi pikiran gw adalah: Ketika Gutenberg rilis dan, misalnya, MISALNYA, gw baru masuk ke Automattic sebagai Happiness Engineer atau mungkin ketika masih masa trial period (DOAIN YAAA SEMUAAAA SEMOGA BERJALAN LANCAR) dan pengguna pada bertanya-tanya soal Gutenberg ini. Jujur, gw sendiri belum familiar dengan Gutenberg.
EH GA JADI STRES. TERNYATA BISA AKTIVASI GUTENBERG/CALL BACKPOP-UP WINDOW DI DASHBOARD, HAHAHAHAHAHAHAHA HORE.
Nah. Oke.
Jadi gw musti familiar dengan Gutenberg dulu supaya gw bisa membantu pengguna yang mungkin belum familiar atau malah baru make WordPress pertama kali. Jadi salah satu tugas yang harus gw lakukan adalah mencari dokumen Support mengenai Gutenberg.
(YA TUHAN BENTAR LAGI ADA WORDPRESS 5.0 KYAAAA KYAAAA KYAAAAA TAK SABAR PENGEN LIAT MAINAN BARUUUU KYAAAAAA~)
Cuma di gw… Gimana ya, di gw Gutenberg itu kaya belum kepake karena gw ga butuh banyak formatting dalam blog post gw. Gw ya nulis, nulis aja merecet sak paragraf bejibun. Cuma memang Gutenberg ini oke banget kalo lu nulis artikel jurnalisme, artikel di website, nulis buku (banyak lho yang nulis bukunya di WordPress! Gw kaget seneng gitu pas liat banyak thread di forum yang nanya, “I’m writing a book in my WordPress blog, and I want to know if I can do XYZ and ABC so it will look like DEF.” Asli keren banget! Banyak shortcode yang bisa dipake untuk bikin daftar isi.
Mungkin dengan Gutenberg juga, gw bisa lebih memperkaya cara penulisan gw supaya nggak kaya orang ngelantur. Lebih… Apa ya, lebih rapi gitu. Lebih terstruktur.
Nah, ke depannya gw bakal menggunakan Gutenberg untuk nulis di sini, sehingga gw bakal lebih sering keliaran di /wp-admin — pengecualian kalo gw menggunakan app (biasanya kalo gw post tautan sebagai bookmark).
Doa restunya ya teman-teman! Semoga bisa melewati trial period dengan baik dan lancar.