• Doa

    Kapan hari saya pernah melihat sebuah status Facebook yang isinya Islamophobic. Wah, segala macem lah itu sebutan nama hewan dan umpatan untuk Islam dan Rasulullah.

    Lalu saya berdoa, semoga si penulis itu satu saat mendapatkan bantuan yang besar dan bermanfaat banget.

    Dari seorang muslim/muslimah.

    Pengen tau, apa ya masih maki-maki agama lain kalo gitu.

  • Penghematan Make-up

    Barusan liat mbak-mbak masuk ke Guardian KLCC. Pas awal masuk, mukanya masih polos/ga pake make-up.

    Masuk ke Guardian, dia berhenti di setiap counter skincare dan make-up (Revlon, Maybelline, L’Oreal, sama SilkyGirl). Dari tester pelembab, foundation, concealer, sampe maskara dan pensil alis dipake semua di muka.

    Keluar dari Guardian, mukanya udah full-make-up.

    Cerdas.

    Biaya make-up jadi minimal, dan dia dateng pas pagi-pagi (Guardian udah buka dari pagi) ketika staf toko belum banyak dan salespeople belum dateng.

    Cuma agak khawatir soal higienis produk.

  • Sharing false news

    Why is it that whenever somebody received a (highly) doubtful reports or news which can be classified easily as hoax, their gut instinct is to SHARE it first? Why is it rarely, if ever, they wondered, “I might have to check Google first”? Do they honestly think that they can “save a life” from that baseless brainless sharing?

    Should be “save a brain”.

  • Demon Gargoyle From Fantasia

    Disney’s giving one of its darkest characters — a demon gargoyle from ‘Fantasia’ — its own movie

    The character has popped up on Disney’s animated series “House of Mouse” as more of a misunderstood evil figure claiming he’s actually afraid of the dark, and as a terrifying demon on ABC’s “Once Upon a Time” this past season.

    Kap’s commentary: Lama-lama Disney ini macem anak remaja emo alay. Apa-apa semuanya “misunderstood”. Ga bisa ya, jahat ya jahat aja?

  • Random thoughts on blog banner

    Jadi kan tadi sore naro menu yang isinya deretan links website — bukan blog — yang macem food/culinary reviews atau blog keroyokan (errr, tetep dibilang “blog” ya?) gitu. Semacem “tempat nongkrong” lah. Ada di bagian Menu & Widgets, di bawah tulisan ‘Awesome Links’.

    Terus jadi keinget jaman dulu masih aktif-aktifnya ngeblog (2004-2007) suka juga taro link website kaya gitu, terus pemilik/penulis/admin websitenya masih yang rajin-rajin banget bikin banner gitu. Ga cuma website doang sih, bahkan personal blog juga bloggernya rela banget bikin banner ukuran segala rupa biar pas ditaro di blog lain (tukeran link) keliatannya cantik gitu.

    Sekarang udah ga ada kali ya, hahaha.

readme.txt

This is my personal blog, so anything goes. This blog has been around since 2014, which means you would, and could, see my past writings with different perspectives and mindsets at that time. This blog is a record-keeping of what I was, what I am, and what I will be. What I wrote in the past might not reflect who I am right now, nor me revisiting the topic.

While things here are generally PG-13, I must remind you that I’m an adult, which means some topics might be too heavy for younger readers.

Listening