• Test plugin Sideblog

    Awalnya dari blognya mbak Lita, itu kok lucu ada ‘Breadcrumbs’ di sidebar, hahaha. Kapkap anaknya penasaran jadi nyari tau gimana caranya. Kirain berhubungan sama Post Formats dan rombak di bagian file .php (which, I spent like 30-45 minutes figuring it out), ternyata mainan di Categories. Menarik.

  • #tanahairku di Galeri Petronas

    Beberapa hari lalu, saya berkunjung ke Galeri Petronas untuk melihat-lihat pameran #tanahairku. Pameran #tanahairku ini diadakan sepenuhnya oleh pihak Petronas dan isi pamerannya, sesuai namanya, berhubungan dengan Malaysia, warganya, kehidupan sehari-hari yang “Malaysia banget”, dan iklan-iklan televisi (TVC) Petronas yang biasanya ditayangkan setiap hari besar di Malaysia. Petronas mempunyai semacam “kebiasaan” untuk meluncurkan TVC yang berkaitan dengan perayaan hari keagamaan atau hari nasional di Malaysia; misalnya, Hari Kemerdekaan Malaysia, Deepavali, Idul Fitri/Hari Raya, Tahun Baru Imlek/Chinese New Year, dan lain-lain. TVC Petronas sendiri terkenal mengharukan dan selalu sukses membuat nangis penontonnya, hahaha.

    Saya sendiri kurang tahu sampai tanggal berapa pameran #tanahairku ini berlangsung; jadi kalau temen-temen ada yang sempet mampir ke Kuala Lumpur dan berjalan-jalan di area Suria KLCC, bisa mampir saja dan melihat-lihat pamerannya. Gratis lho! Hahaha.

    Tepat begitu kita masuk ke dalam galeri di bagian penerimaan tamu, tampak sudut ruangan yang didekor persis seperti kopitiam/warung kopi.

    Satu hal mengenai rakyat Malaysia yang saya tahu adalah betapa terobsesinya mereka dengan makanan. Saya rasa itu hal yang ada juga di rakyat Indonesia, hahaha. Orang Indonesia dan Malaysia sama-sama suka makan dan makan makanan enak. Budaya kopitiam di Malaysia muncul dari budaya Peranakan — yaitu gabungan antara Melayu dan Cina di Malaysia. Biasa disebut sebagai “baba” dan “nyonya”, budaya minum kopi sambil makan roti bakar dengan selai sarikaya menjadi salah satu bagian penting di Malaysia. Saya sendiri belum mengerti kenapa yang lebih beken adalah kopi, mengingat Cina adalah salah satu konsumen dan produsen teh tertinggi. Apabila dirunut dari sejarah kolonial Inggris, seharusnya juga teh yang menjadi minuman utama. Tetapi entah bagaimana kopi juga menjadi salah satu faktor penting dalam budaya kuliner Malaysia.

    Omong-omong soal teh dan Inggris, bukan berarti teh dilupakan di sini ya. Malah jauh dari itu. Malaysia sangat bangga dengan teh ais (es teh) mereka, dan sesuai dengan gaya mereka, teh di Malaysia merupakan gabungan teh, susu, dan gula. Tea time? Oh tentu saja ada. Di Malaysia malah dikenal beberapa jam makan: Sarapan, makan tengah hari/makan siang, minum teh (afternoon tea/tea time), makan malam — dan kadang, makan larut malam (supper).

    Ada beberapa kuliner Malaysia yang menjadi ciri khas mereka dan merupakan asimilasi dari tiga budaya besar di Malaysia: Melayu, Cina, dan India. Misalnya, mee rojak, mee kari, karipap (curry puff), roti naan dengan selai sarikaya, dan lain-lainnya. Makanan-makanan fusion ini menjadi bagian dari berbagai macam kopitiam dan dapur mamak di Malaysia dan kekayaan kuliner negara ini.

    Bagaimana dengan Indonesia di Malaysia? Nah, menariknya, orang Malaysia — sesuai dengan kesukaan mereka dengan makanan — juga menerima dengan tangan terbuka pengaruh makanan Indonesia. Malah, salah satu kuliner Indonesia yang sudah lama ada mulai menjadi makanan favorit orang Malaysia, yaitu ayam penyet/pecel ayam. Bakso dan soto juga mulai menjadi favorit di sini. Orang Malaysia sendiri juga nggak asing dengan kuliner Indonesia, karena banyak orang Malaysia yang suka berjalan-jalan di Bandung untuk berbelanja. Ada minuman khas Malaysia yang bahkan diberi nama sesuai dengan kota di Jawa Barat itu: Bandung Ais. Campuran susu kental manis dan sirup mawar diberi es. Segar dan manis.

    Kembali ke pameran; pameran ini bersifat interaktif, sehingga pengunjung bisa berfoto bersama barang-barang pameran. Sangat menyenangkan dan sangat ramah terhadap anak-anak. Pengunjung juga bisa duduk-duduk di kursi yang disediakan (tentu saja dengan setting kopitiam, hahaha)

    Di setiap ruang pamer, kadang ditampilkan iklan TVC Petronas melalui overhead projector atau pengunjung bisa menontonnya melalui iPad yang disediakan.

    Salah satu favorit saya adalah ini:

    Bulan Mei 1969, Malaysia mengalami kondisi darurat saat terjadinya perpecahan sipil antar ras. Entah apakah ini suatu kebetulan, di bulan Mei 1998 Indonesia juga mengalami kondisi darurat saat terjadinya reformasi nasional dan bentrok ras. Sama seperti iklan Petronas yang ditayangkan ini, selepas itu banyak ajakan dan anjuran untuk Indonesia selalu bersatu, terlepas dari ras dan agama.

    Saya mengunjungi pameran ini dua kali, dan untuk yang keduakalinya saya bersama Wira — dan ini adalah kunjungan galeri seni pertama dia. Karena ini pameran interaktif, Wira sangat senang bermain dan mencoba banyak benda pameran.

    Untuk foto-foto yang lain, bisa dilihat di sini: #tanahairku Exhibition

  • Ibu dan Dunia

    Di grup WA ibu-ibu, sedang dibahas:

    Kalau ada 2 kerjaan…

    1. Salary bagus, jam kerja santai dan asik bgt (mother friendly), kerjaan rada gabut, still like it tho.
    2. Salary ya okelah, jam kerja padat tapi sesuai passion.

    Bakal ambil yang mana?

    Banyak yang bilang “nomer 1“. Lalu ada yang nulis, “jadi berpikir berapa banyak ibu yang menyimpan passionnya demi anak-anak kemudian tanpa sadar menyodorkannya ke anak. Mungkin karena itu ya ada ibu2 yang maksa banget anak kudu jadi apa gedenya” dan “Ah, aku pun sekarang mengalah bekerja di bidang yg sama sekali bukan passionku. Mengalah demi bocah.”

    Pertama, saya ga ada hak apapun untuk menjawab. Situasi saya sekarang ini ibu rumah tangga dengan ekonomi berkecukupan dan saya sesekali mengerjakan pekerjaan yang memang saya suka. I’m privileged.

    Dan ini bikin saya berpikir: Berapa banyak wanita di luar sana yang mengorbankan apa yang dia benar-benar suka dan berkata, “gapapa. Demi anak“?

    Dan berapa banyak wanita di luar sana yang mengejar impian dan keinginannya DAN orang sekitar dia mendesak “BURUAN NIKAH DAN PUNYA ANAK KARENA ITU KODRAT KAMU!”?

    Once again, I’m privileged.

    Saya pribadi nggak mau mempertanyakan kasih sayang seorang ibu ke anaknya. Sampe ada orang yang berani nanya gitu ke seorang ibu, saya putusin telinganya duluan.

    Saya berharap, satu hari nanti masyarakat bisa menjaga mulutnya untuk nggak mempertanyakan keputusan seorang wanita berkarya. Untuk mengerti bahwa seorang ibu memang mempunyai tanggungjawab sebagai ibu, namun dia juga manusia yang punya hak sepenuhnya untuk berkarya dan mempunyai ambisi. 

    Jangan kau ambil dunia dari tangan si ibu namun di saat yang sama menuntut dunia darinya.

Nindya’s quick blurbs

  • A month too late, but I just stumbled upon IKEA France’s Tiktok video, hinting a possible collab with Animal Crossing. Unfortunately, no further information about this other than IGN picked up this news when the video was posted.

Latest snap