Pertama kali gw nonton ini, di Facebook, sampe merinding disko dan mau nangis. Gimana sih rasanya, selama ini liat gambarnya statis di buku, lalu mendadak cilukbakekok bergerak gitu di depan mata (menit ke-26:45)
Mood: ‘Passage’ – Konstatinos Vita (musik yang dipakai di prosesi opening ceremony di videonya itu juga)
Rame-rame soal karya seni dari bambu di Bundaran HI.
Jujur, gw ga benci-benci banget gimana gitu. Iya, bukan selera gw, soalnya bentuknya abstrak; dan percaya deh, gw paling bodoh soal seni abstrak. Tapi dibilang juelek banget, ga juga sih. Ini mungkin kaya gw ke film-film dengan kadar action tinggi macem film superhero.
Apakah film superhero jelek? Ya nggak lah. Tapi apakah gw suka? Bisa dibilang nggak/kurang. Kalo adegan action kelamaan/kejar-kejaran/balapan mobil, biasanya gw suka ketiduran.
Ada yang bilang bentuknya kaya dua orang pelukan sambil tiduran kalo diliat dari atas. Menurut gw nih, menurut gw ya, jangan-jangan emang itu maksudnya si seniman? Jakarta, dan Indonesia, terpecah belah ga karuan gara-gara politik SARA, jadi si seniman memutuskan bikin karya yang kaya gitu? “UDAH WEH TIDUR BARENG AJA DARIPADA BERISIK HHHHHH.”
Waktu gw masih ngantor di kampus BINUS International/BINUS Business School di divisi Case Center, gw sempet rutin bikin komik strip ‘Ruang #400’; komik kegiatan sehari-hari staf divisi R&D dan Case Center.
Judulnya ‘Ruang #400’ karena emang pas itu kantor kami di ruangan nomer 400 di gedung BINUS The Joseph Wibowo Center, Senayan.
Jadi iseng buka-buka archive situs BINUS, hahaha.
Kangen juga jadinya, hahaha.
PS. Masih salah nulis “di mana” jadi “dimana”, huhu.
Quick blurbs
I have been stepping away from social media (Threads) little by little recently, starting with registering on Mastodon, and I genuinely enjoy their non-algorithm timeline. You will only see stuff from folks that you follow. That’s it.
I am still around on Threads, though, but I limit myself to 10 minutes only.
Earlier, I tried checking Threads. Trying to see what’s up.