Jadi saya barusan ganti themes di blog ini beberapa kali dan utak-atik background blog ini. Alasan utamanya satu: Saya stres liat desain minimalis, hahaha. Setiap ngomong soal desain minimalis, saya selalu keinget temen saya, Hafiz, yang malah seneng banget sama desain minimalis. Desain dia itu selalu putiiiih, bersiiiih.

Lah saya… Amburadul.

Saya ini antara ya-dan-tidak soal desain minimalis, hahaha. Antara “ih, bagus ih, bersih!” tapi dua hari berikutnya stres karena terlalu bersih *lho gimana sih Kap…* Jadi tambah sedikit sana dan sini gambar background.

Omong-omong, saya lagi ingin bercerita soal workshop tanah liat yang minggu lalu saya ikuti *telat banget ya? Iya* Jadi awalnya karena saya mampir ke pameran Maestro di Galeri Petronas yang diadakan sebulan ini (kalo ga salah) dan awalnya karena teman saya yang nulis soal pameran ini di Facebook, lalu dia ngomel panjang pendek karena pamerannya diadakan di Kuala Lumpur sedangkan dia di Jakarta. “IF YOU’RE IN KUALA LUMPUR AND NEAR KLCC AND YOU DIDN’T VISIT THIS GALLERY, I WILL PERSONALLY KILL YOU MYSELF” gitu lah kira-kira omelannya. Jadi saya berpikir toh saya tinggal di Kuala Lumpur dan lokasi deket KLCC jadi eh, kenapa ga saya datengin aja. Plus, ini GRATIS.

Dan bonus: pameran Maestro juga memamerkan karya-karya Picasso, Matisse, dan Andy Warhol. Ihiy.

Kebayang nggak, ngeliat karya-karya para seniman agung GA PAKE BAYAR?

IMG_2610

Tapi sebelum heboh dengan “OH MAI GOD, PICASSO DAN MATISSE DAN ANDY WARHOL”, ini pamerannya lebih fokus ke karya-karya aliran modern dan kontemporari yang hasil printing alias karya yang melalui proses cetak seperti litografi, xilografi, offset, dan screen printing. Buat saya yang paling ajaib itu litografi karena artinya “mencetak dengan batu”. Ya nggak harus batu sih, pake logam juga bisa (adek saya pernah bikin litografi untuk tugas kuliahnya.) Kebayang ga sih, ngukir batu sampe mata juling, mana gambarnya kecil-kecil pula.

Nah, walopun bukan karya-karya pusaka negara yang dipamerkan, tetap hasilnya menarik 😀

IMG_2530

Oke, ini salah satu yang menggunakan teknik litografi.

IMG_2535
The Embroiderers (Les brodeuses), Henri Fantin-Latour, 1898

Berikut ini adalah karya Henri Matisse dengan metode etching (mengukir di atas kayu atau logam.)

Josette Gray - Figure in a Chair, Henri Matisse, 1915
Josette Gray – Figure in a Chair, Henri Matisse, 1915

Yang ini adalah karya Andy Warhol, yang berupa sampul majalah ‘Interview’ dengan teknik offset.

IMG_2563

Yang penasaran dengan karya Pablo Picasso, ini dia 😀

IMG_2591
Man With the Vine Arbor, Pablo Picasso

Buat saya, salah satu “bintang” di pameran Maestro adalah Jackson Pollock’s Pens and Papers yang merupakan koleksi kertas dan pena milik Jackson Pollock sejak beliau mulai melukis (di atas kertas kardus, kertas pembungkus, dan macam-macamnya) sampai kertas melukis.

Menyebalkannya, pengunjung nggak boleh membuka-buka koleksi Pens and Papers. Jadi digeletakkan begitu saja dan tertutup 😐 Saya ngerti sih kalo itu memang barang pameran yang sangat berharga, tapi ya ngapain ditutup begitu kalo pengunjung nggak bisa lihat… Dan nggak ada media interaktif untuk pengunjung melihat isi koleksi Pens and Papers.

IMG_2572

Nah, setelah melihat pameran, saya mengisi nama dan e-mail saya di buku tamu pengunjung. Beberapa hari berikutnya, saya mendapatkan e-mail dari pihak galeri mengenai acara workshop tanah liat yang diadakan oleh galeri Petronas yang biayanya RM 35. Acara workshop ini sendiri adalah bagian dari pameran Earthworks, yaitu pameran karya keramik dan tanah liat oleh para seniman Malaysia yang juga diadakan berbarengan dengan pameran Maestro.

Saya sendiri belum pernah ikut workshop seni, apalagi tanah liat. Terakhir kali saya mendatangi pameran tanah liat/keramik adalah saat saya masih di kuliah S2 di Jakarta, di pameran keramik yang diadakan oleh Japan Foundation. Saat itu panitia pameran memutar video proses pembuatan keramik oleh seniman keramik Jepang, dan itu adalah salah satu bagian favorit saya.

Jadi saat itu saya berpikir, “aw… What the heck” dan saya mengikuti workshop tersebut. Nggak ada salahnya menambah ilmu baru.

Dan ternyata sangat menyenangkan! 😀 Jujur, pengalaman saya dalam seni patung hanyalah saat saya TK sambil bermain Play-Doh/plastisin, hahahaha. LEGO keitung seni patung juga nggak? Hahaha.

Karena tahun ini adalah tahun Kambing dalam tahun Cina, jadi instrukturnya berkata bahwa kita bisa membuat patung kambing; tapi itu semua terserah kita karena kita bebas berkreasi.

IMG_2721

Nah, jadi awalnya saya pengen bikin patung biri-biri — karena tahun Kambing juga dikenal sebagai tahun Biri-Biri karena biri-biri dianggep lebih lucu, hahaha. Tapi pas bikin biri-biri, kok biri-birinya gembrot banget ya XD Jadi lah saya banting setir bikin… Penyu.

IMG_2724

Yang tetep gembrot.

Untungnya salah satu asisten instrukturnya datang dan menyelamatkan saya, hahaha. Penyu saya dibuat lebih kurus dan lebih, er, berbentuk penyu.

IMG_2727

Dan ternyata seni tanah liat itu lumayan menantang. Selama ini saya kira kalo bikin bulatan itu kan tinggal ambil tanah liat lalu dibuat bulatan… Ternyata nggak! Bagian tengahnya harus kosong untuk memberikan udara lewat saat tanah liat dibakar. Kalo nggak, air akan terperangkap yang berakibat patungnya bisa pecah. Dan kalo bikin patung tanah liat itu harus sabar *ya ngapain juga semuanya harus sabar, Kap…* Sabar nungguin kering dan harus teliti jangan sampe ada yang retak.

IMG_2739

Lumayan lah yaaa, walopun tempurungnya bopel-bopel kanan kiri, hahaha.

Di workshop, saya juga berkenalan dengan teman baru. Yvonne dari Irlandia (berdiri di samping saya) dan Renee (paling kanan) 😀 Instrukturnya adalah Mr. Chew.

IMG_2732

Patungnya sendiri nggak selesai saat itu juga karena harus dibakar di kiln; dan Mr. Chew yang membawa patung-patung peserta ke studio milik temannya untuk dibakar. Jadi kita baru bisa lihat hasil akhirnya kira-kira 2-3 minggu kemudian (Insya Allah sih minggu depan per hari ini) dan itu juga pake deg-degan karena apapun bisa terjadi saat pembakaran. Marilah berdoa agar si penyu bertahan melewati proses pembakaran 😀

%d bloggers like this: