Disclaimer: Tulisan berikut ini merupakan murni pendapat saya pribadi dan bukan merupakan sponsor dari merek tertentu. Produk yang saya gunakan saya beli dengan uang sendiri dan bukan merupakan pemberian atau hadiah dari merek tertentu.

Jadi udah beberapa hari ini, sejak saya memutuskan stop menggambar untuk Inktober tepatnya, saya penasaran dengan pen. Fountain pen, tepatnya. Beberapa ilustrator yang saya ikuti di Instagram menggunakan pen merek LAMY, dan ketika saya lihat harganya di toko buku… Mundur teratur ๐Ÿ˜…

Kemarin saya iseng mampir ke Kinokuniya Suria KLCC, dan saya sedang melihat-lihat bagian spidol karena spidol saya sudah hampir habis tintanya, dan spidol saya satu lagi tintanya suka mbleber di kertas (๐Ÿ˜‘) lalu saya melihat pen ini, Pilot VPen.

Saat saya buka tutupnya, eh ternyata ini fountain pen! Hahaha. Kaget sekaligus senang. Dan yang pentingnya lagi, harganya MURAH. RM 4.90. Jadi buat saya yang bener-bener baru belajar menggunakan pen, Pilot VPen ini lumayan lah ya untuk jadi “pen pertama” atau “pen latihan”.

  
Saya baca-baca review di Google, banyak yang bilang pen ini bagus. Tintanya lancar, nggak gampang kering walopun tutup nggak dipasang, dan ya itu… Murah ๐Ÿ˜†

  
Tapi untuk berharap Pilot VPen ini hasilnya sama seperti fountain pen mahal yang tintanya bisa tebal tipis seperti kaligrafi, ya jelas nggak ya… ๐Ÿ˜… Pilot VPen ini adalah “disposable fountain pen“; jadi kalo tintanya habis ya dibuang. Nggak ada isi ulangnya (eh, atau ada ya? Biasanya Pilot suka punya tinta isi ulang.)

Nah, kesan saya setelah menggunakannya?

Saya suka. Suka sekali. 

Tintanya lancar, nggak macet, dan nyaman dipegang. Sama seperti fountain pen umumnya, Pilot VPen ini sistemnya nggak seperti ballpoint pen yang tintanya konstan mengalir walopun posisi menulis atau menggambar seaneh apapun. Posisi pen harus agak miring dan yang jelas nggak bisa ngegambar sambil tiduran kalo pake VPen ini, karena tinta langsung nggak keluar ๐Ÿ˜… Tapi ini memang perbedaan utama antara ballpoint pen dan fountain pen, jadi ya emang dari sononya. Bukan sebuah kekurangan.

Tintanya tebal, dan cepat kering di kertas. Jadi tangan nggak cepet kotor juga.

   
 
Nah, pertanyaannya, apakah produk ini layak beli? Untuk saya, iya. Apalagi untuk yang masih pemula dalam menggunakan pen seperti saya. Saya malah kepikiran jadinya, hahaha. Pengen beli lagi ๐Ÿ˜„

Sebagai kesimpulan, ini pro dan kontra untuk produk Pilot VPen.

Pro.

Murah. Enak dipegang/grip nyaman. Tinta lancar. Sesuai untuk pemula. Tersedia dalam tiga warna (hitam, biru, dan merah.) Tinta tidak cepat kering walaupun pen tidak ditutup.

Kontra.

Tidak bisa tebal dan tipis dalam satu tarikan garis. Pen sekali pakai lalu buang/disposable

Buat yang sedang belajar menggambar menggunakan fountain pen, Pilot VPen ini bisa dicoba. Nggak terlalu mahal, cukup tahan banting, enak dipegang, dan tinta mengalir lancar. 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: