• Ramadan #8

    Lah, kemarin lupa ngeblog, hahaha.

    Jadi sudah kira-kira seminggu ini selama puasa Ramadan saya hanya merasa cape dan tertekan. Saya bahkan ngerasa jengkel dalam hati. Bisa dibilang puasa Ramadan saya hanya dapat lapar dan haus, dan iya, saya termasuk golongan yang merugi.

    Akhirnya kemarin saya memutuskan untuk memanggang cookies. Sekalian untuk cemilan Wira. Saya hanya memanggang butter cookies (saya ganti butter jadi margarin) karena ga butuh banyak bahan.

    Bau margarin dipanggang menenangkan saya. Herannya, malah ga bikin laper, hahaha. Selain cookies, saya juga pertama kali membuat bakso, hahaha. 

    Sudah capek memasak dan mencuci piring hasil memanggang dan memasak, saya terduduk di sofa sambil menikmati angin dari kipas angin di siang terik.

    Dan saat itu saya merasa tenang dan bahagia.

    Funny, huh, to realize how we get our happiness from simple things?

  • Ramadan #7

    Hari ini entah kenapa rasanya seperti di iklan TV Snickers. “You’re not you when you’re hungry“. Rasanya kacau balau dan konyol.

    Masak nasi di rice cooker, malah lupa nyalain rice cooker-nya.

    Dan hari ini panas luar biasa. Kalo panas dan masih ada angin, ya ga masalah lah ya; tapi ini ga ada angin SAMA SEKALI. Dan saya ngerasa ini lagi ada kabut asap (walopun ga setebal biasanya) — pagi hari lantai disapu, siangnya sudah berdebu lagi. Ari juga komentar tadi sore dia pulang kantor tenggorokannya sampai terasa sakit.

    Namanya juga Ramadan sih ya. Belajar kuat dan belajar sabar. Jadi tadi pas berbuka puasa memang rasanya nikmat sekali.

  • Thoughts on Attentions

    Most of times, I found attentions from people who know me but not THAT well — lets just say, acquaintances — are irritating and annoying. More like, “who are you? Why do you even think that you know me? Why are you prying into my personal space?”

    I must be reeeeeeally fun at parties.

The Blogger

Currently feeling:

The current mood of retnonindya at www.imood.com

Recent posts

Listening