Ever since Brandon Truaxe took over his company Deciem’s Instagram, there’s been nothing but trouble.
— Link: Timeline of All the Deciem Drama

best viewed on your laptop or PC
Ever since Brandon Truaxe took over his company Deciem’s Instagram, there’s been nothing but trouble.
— Link: Timeline of All the Deciem Drama
Jadi hari ini gw mutusin beberes Categories dan Tags di blog ini; lalu gw baru ngeh kalo konten pindahan/import dari blog lama itu masih di kategori default. Rada males sebenernya mau beresinnya, siwer satu-satu, hahaha.
Jadi kaktus ini sebenernya bukan punya gw, tapi punya Wira. Entah gimana, anak ini suka ikut semangat kalo liat kaktus, jadi dia pengen punya tanaman juga. Tapi namanya juga bocah ya, ujung-ujungnya emaknya juga yang ngerawat, hahaha.
Nah, kaktus ini udah agak gede kan ukurannya. Menurut banyak anjuran soal berkebun, tanaman apapun itu saat sudah terlihat tumbuh melebihi ruang tanam/pot, sebaiknya dipindahkan ke pot yang lebih besar/repotting.
Masalahnya satu:
Gw terlalu takut.

Bukan apa-apa, gw takut kalo batang kaktus itu pada kepotek/putus gitu kan. Masalahnya, udah ada empat hingga lima batang kaktus yang patah.

Nah, ya daripada kaktusnya tambah tumbang kaya gitu karena rumahnya kekecilan, jadi lah gw memutuskan untuk repotting si kaktus.
Tanya-tanya dulu ke temen-temen yang lebih paham soal kaktus di Instagram. Alhamdulillah ada bang Acep dan Iing yang langsung ngasih saran. Yang harus disiapkan atau digunakan itu lap/kain dan sarung tangan tebal. Kaktus diletakkan miring/tidur di atas kain yang sudah dibentangkan lalu potnya ditekan-tekan agar tanahnya melonggar. Begitu kaktus sudah bisa dikeluarkan, tanamannya ditutup kain dengan lembut supaya nggak melukai tangan sekaligus melindungi si kaktus. Pindahkan kaktus ke pot baru, lalu isi dengan media tanam/tanah.

Gw juga nyediain alas supaya lebih mudah membersihkan nantinya karena kegiatan berkebun gw selama ini terbatas di balkon apartemen; jadi supaya tetep resik dan nyaman juga.
Biasanya untuk repotting itu gw menyediakan: Media tanam, pot, alas, sarung tangan, sekop kecil, gunting tanaman, dan botol spray isi air.
Alhamdulillah, proses pemindahan tanaman berjalan dengan baik; potongan kaktus juga gw tanam di media tanam — kabarnya sih tanaman kaktus dan succulent ini mudah berkembang biak.


Gw rasa ga butuh waktu lama untuk si kaktus ini tumbuh makin besar dan musti pindah rumah lagi, hahaha. Sehat-sehat ya kalian para kaktus.
“And yet, if he could’ve known how much pleasure and inspiration his writing would bring to generations of readers and writers alike, perhaps it may have brought a smile to that famously brooding visage.”

Nindya. Kapkap. she/her. Indonesian in Malaysia. Millennial. Lo-fi. Post-Rock. Gregorian. Animal Crossing: New Horizons. Murder mystery genre. “Love is Love“.
Read more about me here.
This is my personal blog, so anything goes. This blog has been around since 2014, which means you would, and could, see my past writings with different perspectives and mindsets at that time. This blog is a record-keeping of what I was, what I am, and what I will be. What I wrote in the past might not reflect who I am right now, nor me revisiting the topic.
While things here are generally PG-13, I must remind you that I’m an adult, which means some topics might be too heavy for younger readers.
Unless stated otherwise, posts mentioning brand names or places here are not ads/paid content.