Bersimpati


Mood: ‘Anything You Synthesize’ — The American Dollar

Mendadak kepikiran.

Kapan ya… Kemarin gitu (?) gw ngeliat semacem foto bagus dengan kutipan bijak gitudeh. Isinya itu semacem “never say, “other people have it harder” when you talk with somebody who sad or depressed. It invalidates their sadness and their feelings.”

Gw agak… gimana ya, agak terbagi dua dengan opini itu.

Satu sisi, iya gw ngerti kalo tiap orang menghadapi masalahnya dengan caranya sendiri-sendiri dan apa yang mudah buat orang lain belum tentu mudah buat kita. Iya, dengan bilang, “ah, lu sih belum apa-apa masalahnya. Cemen ini,” itu menyepelekan si orang yang udah curhat dan ngebuka hati ke kita, malah dianggep dia itu “ga ada”.

Tapi satu sisi, kenyataannya ya begitu. Ada orang yang lebih susah, ada orang yang lebih hancur, dan mereka bertahan. Mereka bisa ngadepinnya. Kasarnya, mereka bisa kenapa gw ga? Ya ucapan, “orang lain ada yang lebih susah,” kadang suka dianggep sebagai ‘kalimat motivasi’.

aroma break breakfast cafe
Photo by Pixabay on Pexels.com

Lalu gw ngeliat tweet-nya Joshua — iya, Joshua Suherman.

“Urip iku dalane bedo-bedo.”

Hidup itu jalannya beda-beda.

Emang bukan perbandingan apel ke apel (gw ngomongin soal orang menghadapi masalah, Jojo ngomongin soal taraf kesuksesan,) tapi buat gw, inti yang disampaikan di situ — hidup jalannya beda-beda — kepake juga sih di gimana kita ngadepin masalah kita dan/atau ngadepin temen/keluarga kita yang sedang menghadapi masalah mereka.

Gw jadi bertanya-tanya lagi; ini mirip ga sih dengan situasi ketika kita berusaha memotivasi anak-anak atau adek-adek kita dengan ucapan, “belajar yang rajin, biar ga jadi tukang sapu jalanan”?

Emangnya pekerjaan jadi tukang sapu itu rendah ya? Liat itu Pasukan Oranye di DKI Jakarta. Mereka itu pahlawan dan dielu-elukan banyak orang Jakarta. Adek gw cerita, di deket kos-kosan dia dulu itu selokannya kotor dan bau banget. Satu hari dia lewat, itu selokan udah bersih dan sampah yang biasanya menyumbat selokannya juga udah ga ada.

”Siapapun yang bersihin,” kata adek gw, “pengen gw peluk dan gw mau sungkem. It takes special kind of brave soul to go down into the ditch and selflessly cleaning up it all.”

Coba kalo ga ada tukang sampah, tukang bersih-bersih, atau tukang sapu di jalan. Modar kita semua.

Balik ke soal menghadapi teman atau keluarga yang sedang tertekan.

Mungkin, mungkin ya, bisa dengan ucapan, “ada orang yang juga mengalami depresi/masalah yang sama dengan lu, dan mereka bisa bangkit lagi. Lu juga bisa bangkit lagi, malah siapa tau lu bisa nemu support group.

Hang in there.

We love you.

monochrome photo of couple holding hands
Photo by Min An on Pexels.com

“We are all the heroes of our own stories, and on of the arts of perspective is to see yourself small on the stage of another’s story, to see the vast expanse of the world that is not about you, and to see your power, to make your life, to make others, or break them, to tell stories rather that be told by them.”

― Rebecca Solnit, The Faraway Nearby

%d bloggers like this: