• Forensik dan Kulkas

    Kemarin, siang-siang jalan-jalan sekitaran Kuala Lumpur.

    Dari belakang mobil, ada suara sirene meraung-raung. Dikira ambulans, kami pun minggir.

    Ternyata suara sirine itu dari mobil polisi, dengan tulisan ‘FORENSICS’ besar-besar. Di belakang mobil polisi itu, ada mobil boks yang mengikuti rapat dengan muatan kulkas yang terikat kuat.

    Saya langsung berpikir jangan-jangan ada mayat tuh di dalam kulkas.

    *Kapkap jangan keseringan nonton serial TV detektif ya. Iya*

  • Ramadan #17

    Mulai ada pertanyaan, “sudah bikin kue kering?” dan biasanya saya jawab dengan, “sudah… Tapi sudah habis juga” ? Soalnya suami dan anak sama-sama doyan kue kering, hahaha.

    Omong-omong, yang namanya bulan puasa begini pasti makan dan minum jadi terbatas dan asupan makanan yang masuk sebaiknya memang yang berguna buat badan; dan yang namanya sayuran dan buah jangan sampe lupa deh. Penyakit saya, suka lupa kalo saya ini gampang banget kena wasir ?

    Wasir ini penyakit sepele-nggak sepele. Kesan pertama pasti, “ih, apaan sih penyakit kok ga mutu gitu…” Heuh, tunggu aja deh sampe sembelit, susah buang air besar, lalu bengkak deh. Justru saluran sekresi manusia harus diperhatiin, karena ngeluarin racun dan zat sisa.

    Soal sembelit dan wasir, saya pernah konsultasi ke dokter dan dokter memang bilang bahwa resiko sembelit dan wasir lebih mudah diderita wanita. Entah kenapa ? Apalagi saat hamil, itu resiko sembelit dan wasir jauh lebih besar (percaya sama saya deh…)

    Jadi mumpung toh Insya Allah puasa Ramadan masih separuh jalan lagi, jangan lupa makan makanan berserat tinggi (sayuran dan buah-buahan — terutama pepaya dan plum/prunes) dan minum air putih secara teratur setelah berbuka puasa.

    Kalo yang kambuhan seperti saya, siapin obat penghilang rasa sakit (Panadol atau Ponstan — Ponstan kalo emang udah wassalam ya sakitnya) dan obat wasir (saya konsumsi Daflon).

    Semoga puasa Ramadan kita dapat dilalui dengan kesehatan yang baik.

  • Ramadan #15 dan Ramadan #16

    Dan saya kelupaan menulis untuk kemarin. Untuk hari ini saja saya gabung ya — ini kebiasaan buruk, saya tahu. 

    Jadi kemarin saya dan Wira sama-sama sakit. Hanya selesma ringan (batuk pilek) tapi Wira terpaksa ijin sekolah karena dia sempat demam. Saya sendiri sakit tenggorokan — yang saya curigai gejala awal selesma.

    Beberapa hari sebelumnya, saya sempat membaca tulisan teman saya ketika dia sedang demam. Dia memberikan tips home remedy berupa bawang merah diiris-iris lalu diletakkan begitu saja di kamar tidurnya. 

    Karena saya sedang berpuasa dan tidak bisa mengkonsumsi obat, saya memutuskan untuk mencoba tips teman saya itu. Jadi saya mengambil tiga siung bawang merah, saya iris-iris, letakkan di dalam mangkuk, lalu mangkuk itu saya letakkan di ruang TV.

    Bau bawang merah memang langsung menyebar, tapi lama-lama terasa juga tenggorokan saya mulai berkurang sakitnya. Saat Wira tidur siang, saya letakkan mangkuk berisi bawang merah tersebut di dekat tempat tidur. Alhasil, anaknya tidur siang luar biasa nyenyak dan lelap. Dan yang saya syukuri, pileknya berkurang jauh. Padahal biasanya kalau batuk pilek itu memakan waktu minimal seminggu, kemarin hanya butuh waktu sehari untuk sembuh. Nafsu makan Wira juga terjaga — saya rasa karena bau bawang merah memang menambah nafsu makan, hahaha.

    Untuk teman-teman pembaca yang saat ini kondisi badan sedang kurang sehat karena cuaca yang berubah-ubah, mungkin bisa dicoba ?

The Blogger

Currently feeling:

The current mood of retnonindya at www.imood.com

Recent posts

Listening