Tau kan, saat-saat ketika lagi sarapan. Kok ya damai sekali rasanya. Bisa makan roti, minum kopi. Tenang sekali rasanya. Nggak ada suara sekali rasany–
Lalu panik. Nggak ada suara. NGGAK ADA SUARA.
Hidup bersama balita, “nggak ada suara” itu artinya “Siaga Satu. Siap Sedia Kotak P3K, lakban, alat pemadam api ringan, obat-obatan, dan senter.”
Setengah panik dan hampir kesedak kopi, gw langsung noleh ke arah ruang TV. Kuas gambar gw terlihat berayun-ayun dipegang Rey.
Gw lari ke meja TV.
Air minum Rey sudah ambyar di atas meja. Tangan mungilnya mencelupkan kuas ke dalam gelasnya, lalu dengan cekatan menggoreskan air ke atas meja.
Rey menoleh, lalu tertawa. Bangga luar biasa. Lihat nih, aku melukis. Lihat nih, aku pintar.
“I am in a marathon, not a sprint, and no matter how far away the goal is, the only way to get there is by putting one foot in front of another every day” — Automattic Creed
Jadi Insya Allah trial period akan dimulai pertengahan November 2018 ini, dan gw sudah mulai (kesetanan) nyiapin bahan yang gw mau baca dan berbagai referensi di dunia customer support dan tambahan ilmu di produk-produk Automattic seperti WooCommerce dan Jetpack. Sebenernya gw ada sedikit pikiran mengenai Gutenberg. Jadi Gutenberg ini sistem editor yang dikerjakan oleh tim Developer WordPress dan bisa dibilang bakal berbeda banget dengan sistem editor yang pengguna tau selama ini. Harapannya, mempermudah pengguna dalam menulis dan edit tulisan mereka. Jadi kaya blok-blok gitu lho. Ini ada artikel mengenai penjelasan apa itu Gutenberg (diambil dari nama Johannes Gutenberg, penemu mesin cetak pertama di dunia — mengubah industri multiplikasi buku saat itu (karena jaman itu, buku diduplikasikan dengan tulis tangan) yang bisa dibaca:
Nah. Sebenernya Gutenberg ini sudah dirilis secara beta dan dipublikasikan di pengguna WordPress.com, tapi gw dengan bodohnya malah klik ‘Dismiss This’ dan sekarang gw keliaran di Dashboard /wp-admin, ga ketemu dong gimana cara install Gutenberg di Dashboard gw KARENA APA? KARENA GW SENDIRI YANG ‘DISMISS THIS’ DI DASHBOARD GW.
Gutenberg sendiri lagi ada isu soal Accessibility, karena dianggap untuk melakukan satu tindakan, perlu menggunakan keyboard — pengguna perlu menekan tuts tertentu di keyboard, ya semacam keyboard shortcut lah.
Nah, itu kalo si pengguna, kasarnya, able-bodied. “Normal”. Kalo ga ada keyboard? Kalo pake voice command?
Tim Gutenberg sendiri mengakui kalo mereka kurang konsultasi dengan accessibility expert, dan di saat yang sama mereka ga mau kalo aksebilitas Gutenberg ini sekadar “fitur tempelan” (tautan: Report on the Accessibility Status of Gutenberg) sehingga ada kemungkinan rilis WordPress 5.0 dan Gutenberg akan sedikit terhambat/terlambat.
Yang jadi pikiran gw adalah: Ketika Gutenberg rilis dan, misalnya, MISALNYA, gw baru masuk ke Automattic sebagai Happiness Engineer atau mungkin ketika masih masa trial period (DOAIN YAAA SEMUAAAA SEMOGA BERJALAN LANCAR) dan pengguna pada bertanya-tanya soal Gutenberg ini. Jujur, gw sendiri belum familiar dengan Gutenberg.
EH GA JADI STRES. TERNYATA BISA AKTIVASI GUTENBERG/CALL BACKPOP-UP WINDOW DI DASHBOARD, HAHAHAHAHAHAHAHA HORE.
Nah. Oke.
Jadi gw musti familiar dengan Gutenberg dulu supaya gw bisa membantu pengguna yang mungkin belum familiar atau malah baru make WordPress pertama kali. Jadi salah satu tugas yang harus gw lakukan adalah mencari dokumen Support mengenai Gutenberg.
(YA TUHAN BENTAR LAGI ADA WORDPRESS 5.0 KYAAAA KYAAAA KYAAAAA TAK SABAR PENGEN LIAT MAINAN BARUUUU KYAAAAAA~)
Cuma di gw… Gimana ya, di gw Gutenberg itu kaya belum kepake karena gw ga butuh banyak formatting dalam blog post gw. Gw ya nulis, nulis aja merecet sak paragraf bejibun. Cuma memang Gutenberg ini oke banget kalo lu nulis artikel jurnalisme, artikel di website, nulis buku (banyak lho yang nulis bukunya di WordPress! Gw kaget seneng gitu pas liat banyak thread di forum yang nanya, “I’m writing a book in my WordPress blog, and I want to know if I can do XYZ and ABC so it will look like DEF.” Asli keren banget! Banyak shortcode yang bisa dipake untuk bikin daftar isi.
Mungkin dengan Gutenberg juga, gw bisa lebih memperkaya cara penulisan gw supaya nggak kaya orang ngelantur. Lebih… Apa ya, lebih rapi gitu. Lebih terstruktur.
Nah, ke depannya gw bakal menggunakan Gutenberg untuk nulis di sini, sehingga gw bakal lebih sering keliaran di /wp-admin — pengecualian kalo gw menggunakan app (biasanya kalo gw post tautan sebagai bookmark).
Doa restunya ya teman-teman! Semoga bisa melewati trial period dengan baik dan lancar.
“… dear Lord, why my brain decided to go RIP English comprehension it’s beyond me.”
“Oh gosh. I wish I could put some meme in here but I can hear my other brain cell screaming, “BAD IDEA!”.“
”(Why am I typing like this I should stop)”
Gw yakin kalo gw wawancara langsung tatap muka, dan celetukan gw macam otak yang memutuskan untuk liburan duluan kaya di atas itu di depan tim Happiness Hiring, gw langsung ditolak di tempat.
Entah gimana, terpujilah jiwa-jiwa hebat di Happiness Hiring dan Automattic, mereka bisa memutuskan untuk nggak ngeliat ke… hmm, kekonyolan itu semua dan memberikan gw kesempatan untuk trial period, itu bener-bener mukjizat Tuhan nyata adanya.
Bahkan ketika gw udah dikirimin e-mail mengenai proses trial period, otak gw masih loading. Orang udah pake 5G, gw macem masih pake modem 56K.
“Oh my gosh.
Wait.
Does it mean I’m moving to the trial period?”
Bismillah.
Sekarang sudah bukan satu langkah lagi.
Sekarang mari berlari.
Bismillah.
(Sebelum berlari, jangan lupa glitter biar selalu fabulous~)
Cerita pendahuluan soal melamar kerja di Automattic sebagai Happiness Engineer ada di sini yaa. Ayo dibaca dibaca dibaca~ *promosi*
Cerita-cerita saat berlari, ditunggu yaa. Bismillah. Doa restunya ya teman-teman, semoga trial period berjalan lancar dan lekas mengerti. Perjalanan masih panjang, perjuangan selalu ada. Bismillah. Menuju Automattic!
Masih cerita soal pengalaman melamar kerja sebagai Happiness Engineer ya. Bukan prosesnya sih kali ini, tapi lebih ke… Nulis blog biar gw ga terlalu panik dan bisa menenangkan diri?
Entah ini menolong atau ga sih. Hm.
Jadi seperti biasa gw kan keliaran di WordPress Reader ya. WordPress Reader itu semacem RSS reader lah; jadi blog-blog (berbasis WordPress maupun non-WordPress) yang lu ikutin/follow itu ya akan nongol di tab Reader baik di website WordPress (wordpress.com) ataupun di app WordPress lu (kalo lu install.)
Selain blog yang lu ikutin, ada juga opsi untuk mengikuti tag. Tag itu semacam hashtag untuk memberikan info lebih detil mengenai sebuah tulisan atau artikel di blog atau website. Sedikit beda dengan Categories, tag itu lebih detil dan bisa bikin tulisan blog lu dicari orang secara publik (kecuali kalo lu set Private atau Hidden di blog WordPress lu.) Jadi misalnya nih, lu nulis sebuah blogpost tentang wisata kuliner. Terus lu tulis lah di bagian tag macem “food”, “culinary”, atau “foodblog.” Nah, kalo blog lu di-set Public, tag itu lah yang memunculkan post lu di Reader ketika ada pengguna yang mencari blog dengan tag yang disebut di atas itu. Jadi, misalnya, lu nulis soal makeup lalu lu pake tag “beauty”, dan ujug-ujug ada pengguna WordPress yang lu ga kenal ow ow siapa dia kok nge-like tulisan lu, itu belum tentu stalker lho. Bisa jadi si pengguna itu emang lagi nyari tulisan berkaitan dengan “beauty” dan nemu tulisan lu.
Nah, selain blog teman-teman yang gw ikutin, gw juga ikutin tag “A8Cday”, alias “Automattic(ian) Day”. Tulisan para Automattician (staf Automattic) mengenai kehidupan sehari-hari mereka bekerja secara remote working di Automattic dan kadang-kadang ada juga yang berbagi pengalaman saat mereka melamar kerja di Automattic — ya kaya gw alamin sekarang ini.
Nah, gw nemu kan satu blog. Dia masuk ke Automattic bulan Maret 2018 lalu. “Wah, pas banget nih,” pikir gw pas itu. “Ga jauh jaraknya dari gw. Berarti prosesnya mirip-mirip nih.” Soalnya terakhir gw baca cerita penerimaan kerja oleh seorang Automattician, dia udah mulai bekerja di Automattic sejak tahun 2015, dan menurut dia, proses penerimaannya udah banyak berubah (kecuali bagian trial period yang kabarnya lu bakal dikasih dokumen sambutan dengan tulisan ‘Welcome to Chaos’ *langsung kebat-kebit*)
Ya udah lah ya, gw baca.
Terus, gw… Stres.
Bukan gimana, Automattician ini (sebut saja namanya P), pengalaman di dunia web development-nya gila-gilaan! Canggih banget! Dia cuma komentar, “looking back, I wished I could learn more on WooCommerce, CSS, and knowing more about WordPress.com.”
LAH GW?
HALO?
Terus gw baca teruuus sampe bagian komentar kan. Ada yang komentar, “oh, gw juga ngelamar kerja di Automattic nih! Gw udah belajar Python, Ruby on Rails, sama JavaScript. Gw juga kepikiran mau ambil courses lain untuk memperkaya kemampuan gw, soalnya gw dulu kuliahnya bukan IT.”
LAH.
GW.
GIMANA.
DONG.
Satu hal yang bikin gw sedikiiiiiiiiit anteng (???) itu ternyata yang pertama nge-review semua resume yang masuk ke Automattic itu Matt Mullenweg sendiri. Jadi ketika tim mulai gerak mengontak para pelamar pekerjaan, itu artinya Matt sudah memberikan rekomendasinya dia.
(Lalu makin stres. Kalo sampe gagal artinya mengecewakan Matt.)
Tapi jujur ya, dan mungkin kalian juga udah bosen baca ini, gw belum pernah se’lapar’ ini — dan itu semua dimulai dari sebuah tulisan di blog-nya Matt yang isinya foto pulpen dengan username dia terukir di situ. Tulisannya: “Has your WP.com username on it too. Automattic is hiring!” Lalu gw dengan serakahnya berpikir, “GW JUGA MAU.” Pernah, satu hari, gw sampe menghentakkan kaki dengan kekesalan khas anak-anak, lalu berseru, “AKU MAU DITERIMA DI AUTOMATTIC! AKU MAU JADI HAPPINESS ENGINEER!” di depan Ari (yang dibales dengan, “iyaaaa, semoga diterima yaaaa.”)
Ini adalah proses lamaran kerja yang, buat gw, meletihkan dan menguras pikiran — in a good way. Letih karena otak dipaksa bekerja, belajar, dan terbuka dengan banyak hal. Gw belajar untuk menyampaikan jawaban dengan lebih jelas, dengan bahasa lebih sopan, dan lucunya — walaupun 100% komunikasi dilakukan melalui gadget — gw belajar bersosialisasi dengan manusia lain. Banyak orang bilang kalo gadget mengurangi kemampuan manusia bersosialisasi, tapi gw rasa itu lebih ke cara menggunakannya sih. Malah mengobrol melalui gadget juga jadi lebih mudah (nebar hoax juga jadi lebih gampang— eeeeh, hehehe.)
Segini dulu lah curhatnya ya, hahaha. Demi menenangkan pikiran aja.
Quick blurbs
I’ve been noticing some blogs that I frequently visit that they have update logs on it. Something like “added page XYZ on (date)”, and so on.
My FOMO has been screaming for me to follow suit, hahah.