Wira lagi ngeliatin lukisan wayang kulit Bima di hotel.

๐Ÿ‘ฆย : “Itu siapa?”

๐Ÿ‘จย : “Bima.”

๐Ÿ‘ฆย : “… Bima takut?”

๐Ÿ‘ฉย : “Nggak. Bima itu pemberani. Ga penakut. Bima juga baik, jadi Wira nggak usah takut sama Bima.”

๐Ÿ‘ฆย : “Itu di tangan Bima apa?”

๐Ÿ‘จ๐Ÿ‘ฉย : “Kukunya. Kuku Bima.”

๐Ÿ‘ฆย : “… Kukunya panjang. Kukunya harus dipotong.”

๐Ÿ˜…

Dan masih lanjut.

๐Ÿ‘ฆย : “… Itu Bima pake apa?”

๐Ÿ‘ฉย : “Pake apa ya… Sarung kayanya ya? Kebaya gitu…”

๐Ÿ‘ฆย : “… Kok ga pake baju. Masuk angin nanti.”

Konsep anak-anak terhadap dunia fashion dan kerapian diri sendiri diaplikasikan dalam dunia perwayangan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: