Hola~!

Setelah sekian lama dijejali entri dari Instagram (dan menjadi amat sangat redundant apabila kalian mengikuti saya di Instagram juga), akhirnya saya menulis lagi, ngoahahahaha.

Sedikit cerita soal kehamilan saya dan si adek ini (saya agak bingung mau manggil dia dengan “si adek” atau “Kunyil” tapi saya seringnya manggil dia ini “si adek” jadi yawdalahya…), sejauh ini Alhamdulillah berjalan lancar. Trimester pertama saya dihantam sinusitis super parah selama 2 bulan, bahkan sampai saat saya mudik ke Indonesia. Di Purwokerto, saya sempet terapi akupunktur (diajak mama saya) dan agak takjub karena sakit di pipi dan dahi (yang awam terjadi saat sinusitis) menghilang. Kembali ke KL, saya ke dokter THT (yang ternyata bergelar dato’ dan biaya periksanya mehel bener *kapkap dan dompet kraying bersama*) dan diberi obat antibiotik dan decongestant yang… Saya nggak abisin. Perut, tenggorokan, dan selera makan saya jadi amburadul gara-gara kombinasi dua itu dan salah satunya. Jadi cukup lah selama lima hari saja saya meminum antibiotik (dari resep 10 hari).

Trimester kedua… Nah ini agak aneh. Sewaktu saya hamil Wira, nafsu makan saya itu ga terkontrol bukan main. Inhumane. Saya bisa lho ngabisin nasi sebakul beserta gurame goreng seekor SENDIRIAN. Langganan rumah makan Padang ‘Sederhana’ setiap dua hari sekali.

Jadi saya mengira hal yang sama akan terjadi dengan kehamilan yang ini. Brace for impact, ceritanya.

Kenyataannya… Lebih mirip suara jangkrik.

Si adek ini… Apa ya… Cuek. Iya, saya laper, iya saya musti makan setiap dua jam tapi lebih karena saya dipaksa asam lambung yang memang menggila saat kehamilan ini. Si adek tetep lebih memilih makan sayur dan buah, menghindari SEMUA yang saya suka (gorengan, coklat, es krim, apapun yang berlemak dan kolesterol tinggi dan enaknya kaya dosa OMG *kraying*) tapi untuk nafsu makan menggila… Nggak terlalu. Malah kalo saya makan terlalu banyak berujung muntah.

Ya sisi baiknya sih wasir saya nggak kumat.

Kehamilan kali ini juga saya ingin lebih aktif. Terutamanya memang karena saya ga ada ART di sini, dan sekali lagi saya ga pengen berat badan naik sampe 20 kilo dan susah turunnya kecuali saat bulan Ramadhan. Lucunya, kadang saya ngerasa “perut gw gede yaaa, hamil banget keliatannya yaaa,” kadang saya juga ngerasa “why perut terlihat kempes why si adek baik-baik aja kan OMG nak mamakmu ini paranoid lho why why why.”

Tapi ya sejauh ini Alhamdulillah baik-baik saja dan banyak teman-teman saya di grup WhatsAppa #buibuksocmed menyemangati saya dan meyakinkan saya bahwa Insya Allah si adek baik-baik dan sehat-sehat saja. “Rahim sama, tapi tiap kehamilan pasti beda-beda.”

4 responses to “#catatanemak. Trimester Kedua”

  1. Sehat terus ya adeeeek. Uwooooo. Ditunggu Update kehamilan nya terus ya non 😁

    Like

    1. Amiiiin! Terima kasih 😆

      Like

  2. Sehat sehat terus ya dek 😀

    (dan untuk menjadi lebih aktif…PokeGo! /ditendang)

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: